PEDULI GURU HONORER, LAZISMU MAKASSAR SALURKAN BANTUAN

Makassar- Peduli guru honorer Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Makassar Salurkan bantuan pada 21 Desember 2019 bertempat di Gedung Pusat Dakwah Islamiyah (PUSDIM) Kota Makassar.

 

Penyerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian milad Muhammadiyah Ke 107 Tingkat kota Makassar, yang di serahkan lansung oleh Drs.Kamarudin Kasim Selaku ketua badan pengurus LAZISMU kota Makassar.

 

Di harapkan dengan adanya bantuan yang di berikan kepada para guru tersebut di harapkan mampu memberikan stimulus dan semangat bagi guru. “harapkan kami dengan adanya bantuan yang di berikan kepada para guru-guru honorer di harapkan mampu memberikan stimulus dan semangat juang dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru dalam mengabdi terkhusus di Muhammadiyah itu sendiri” Tutur Drs Kamarudin.

 

Harapan yang sama turut diberikan Muflih Razak “Selain memberi bantuan kepada guru sebagai stimulus dan semangat bagi para guru di harapkan pula kegiatan ini mampu mendorong para donatur untuk terus menebar kebaikan bersama LAZISMU” tutur ketua badan pelaksana Lazismu kota Makassar tersebut.

“Kegiatan-kegiatan ataupun bantuan-bantuan lainya akan terus kami lakukan sebagaimana yang telah tercantum dalam program LAZISMU kota Makassar itu sendiri” Tutupnya. (AJ)

Makassar- Peduli guru honorer Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Makasswr Salurkan bantuan pada 21 Desember 2019 bertempat di Gedung Pusat Dakwah Islamiyah (PUSDIM) Kota Makassar.

Penyerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian milad Muhammadiyah Ke 107 Tingkat kota Makassar, yang di serahkan lansung oleh Drs.Kamarudin Kasim Selaku ketua badan pengurus LAZISMU kota Makassar.

Di harapkan dengan adanya bantuan yang di berikan kepada para guru tersebut di harapkan mampu memberikan stimulus dan semangat bagi guru. “harapkan kami dengan adanya bantuan yang di berikan kepada para guru-guru honorer di harapkan mampu memberikan stimulus dan semangat juang dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru dalam mengabdi terkhusus di Muhammadiyah itu sendiri” Tutur Drs Kamarudin.

Harapan yang sama turut diberikan Muflih Razak “Selain memberi bantuan kepada guru sebagai stimulus dan semangat bagi para guru di harapkan pula kegiatan ini mampu mendorong para donatur untuk terus menebar kebaikan bersama LAZISMU” tutur ketua badan pelaksana Lazismu kota Makassar tersebut.
“Kegiatan-kegiatan ataupun bantuan-bantuan lainya akan terus kami lakukan sebagaimana yang telah tercantum dalam program LAZISMU kota Makassar itu sendiri” Tutupnya. (AJ)

TENTANG LAZISMU MAKASSAR

Lazismu Makassar

  1. Mengelola zakat dengan manajemen modern

LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

Didirikan oleh PP. Muhammadiyah pada tahun 2002, selanjutnya dikukuhkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional melalui SK No. 457/21 November 2002. Dengan telah berlakunya Undang-undang Zakat nomor 23 tahun 2011, Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2014, dan Keputusan Mentri Agama Republik Indonesia nomor 333 tahun 2015. LAZISMU sebagai lembaga amil zakat nasional telah dikukuhkan kembali melalui SK Mentri Agama Republik Indonesia nomor 730 tahun 2016.

LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

Latar belakang berdirinya LAZISMU terdiri atas dua faktor. Pertama, fakta Indonesia yang berselimut dengan kemiskinan yang masih meluas, kebodohan dan indeks pembangunan manusia yang sangat rendah. Semuanya berakibat dan sekaligus disebabkan tatanan keadilan sosial yang lemah.

 

Kedua, zakat diyakini mampu bersumbangsih dalam mendorong keadilan sosial, pembangunan manusia dan mampu mengentaskan kemiskinan. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi zakat, infaq dan wakaf yang terbilang cukup tinggi. Namun, potensi yang ada belum dapat dikelola dan didayagunakan secara maksimal sehingga tidak memberi dampak yang signifikan bagi penyelesaian persoalan yang ada.

Berdirinya LAZISMU dimaksudkan sebagai institusi pengelola zakat dengan manajemen modern yang dapat menghantarkan zakat menjadi bagian dari penyelesai masalah (problem solver) sosial masyarakat yang terus berkembang.

Dengan budaya kerja amanah, professional dan transparan, LAZISMU berusaha mengembangkan diri menjadi Lembaga Zakat terpercaya. Dan seiring waktu, kepercayaan publik semakin menguat.

Dengan spirit kreatifitas dan inovasi, LAZISMU senantiasa menproduksi program-program pendayagunaan yang mampu menjawab tantangan perubahan dan problem sosial masyarakat yang berkembang.

Saat ini, LAZISMU telah tersebar hampir di seluruh Indonesia yang menjadikan program-program pendayagunaan mampu menjangkau seluruh wilayah secara cepat, fokus dan tepat sasaran.

LAZISMU MAKASSAR

Di kota makassar lembaga amil zakat  muhammadiyah (lazismu) sebagai lembaga otonom sudah ada sejak tahun 2003, Nmun hanya beroperasi di kalangan terbatas khususnya di cabang makassar dan karunrung. Setelah muktamar ke 45 di malang juli 2005, struktur pimpinan mengalami perkembangan di antaranya majelis wakaf di kembangkan menjadi majelis wakaf dan zis, maka lazismu di integrasikan ke dalam persyerikatan dengan nama “tim pengelola zakat muhammadiyah” yang di bentuk september 2008. Tim ini melakukan kegiatan membentuk UPZ di cabang cabang dan amal usaha muhammadiyah, melakukan pendataan muzakki dan mustahik, mungumpulkan da mendistribusikan zis tahun 1429 H dan 1430 H dan menyusun pengelolaan zis .

Perkembangan terakhir, Dalam lokakarya nasional lembaga pengelolaan zis muhammadiyah yanng berlansug pada tanggal 2 januari 2009 di jakarta di sepakati semua lembaga pengelolaan zis di lingkungan muhammadiyah harus terintegrasi dalam satu payung hukum lazismu dengan model “ jejaring” karena itu tim pengelola zakat muhammadiyah kota makassar menyesuaikan diri menjadi lazismu makassar jejaring lazismu pusat jakarta.

POGRAM LAZISMU

Lembaga amil zakat infak dan sedekah muhammadiyah (lazismu) makassar mencanangkan beberapa program :

  1. pemberdayaan dhuafa: bantuan modal uasaha, pelatihan manajemen usaha dan pendampingan.
  2. pemberdayaan SDM : bantuan beasiswa, batuan guru mengji dan guru honorer, pelatihan guru Al- Isla.
  3. Penegembangan dakwah : bantuan sarana dakwah, pembinaan Da’i, Layanan pengajian.
  4. Pelayanan sosial : Bantuan sembako, siaga bencana,bantuan pengobatan,peduli muallaf.

STRUKTUR ORGANISASI LAZISMU MAKASSAR

  1. WALI AMANAH
  2. Drs K.H. jalaluddin Sanusi
  3. H Abd.Razak Mu.Thahir
  4. Prof Dr H Ali Parman,M.,Ag.
  5. DEWAN SYARIAH
  6. H. Muctar Waka,.MA
  7. Sudirman S.Ag
  8. H. Baharuddin Ali,M.Ag
  • BADAN PENGAWAS
  1. M. Syukri Pasangka
  2. H . Mustamin Umar, MM
  3. Ali Akbar, S.Ag
  4. BADAN PENGURUS
  5. M. Nurdin Massi, M.Pd.I : Ketua
  6. Aminuddin Langke, M.Hum : Wakil Ketua
  7. Kamaruddin Kasim : Sekertaris
  8. Jamaluddin Sanre.S.Ag : Wakil Sekertaris
  9. Erman Nywitadi : Bendahara
  10. Rahman : Wakil Bendahara
  11. Nursyamsir S.Pd : Anggota
  12. Munir Abd.Rahman S.Ag.S.Pd.I : Anggota
  13. BADAN PELAKSANA
  14. Syahrian Saputra.SE : Direktur Utama
  15. Ismail Idrus : Devisi Penghimpunan
  16. Ahmad Faruq Zainuddin : Anggota Devisi Penghimpunan
  17. Fadli suraim S.Pd : Devisi Pendayagunaan
  18. Abd. Rahman : Devisi Keuangan
  19. Amir ahmud,AMHk : Devisi Administrasi dan  Kesekretariatan
  20. Mufli Mustamin,S.Pd : Anggota Divisi Admin dan Kesekretariatan
  21. VISI MISI

Visi : menjadi lembaga zakat terpercaya

Misi :

  1. Optimalisasi kualitas pengelolaan ZIS yang amanah,Profesional dan transparan
  2. Optimaliasi pendayagunaan ZIS yang kreatif ,Inovasi dan produktif
  3. Optimalisai pelayanan donatur
  4. Optimalisasi pelayanan kotak infak keluarga (KIK)
  5. Program kerja strategis
  6. Optimalisasi pengumpulan ZIS
  7. Pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM)
  8. Pengembangan sumber daya insani (PSDI)
  9. Pelayanan sosial masyarakat (Penolong kebangsaan eoemoem(PKO))
  • Program kerja
  1. Optimalisasi pengumpulan ZIS
  2. Sosialisasi lansung ke cabang dan ranting serta amal usaha muhammadiyah
  3. Sosialisasi melalui brosur,banner, spanduk,baliho dan lain-lain.
  4. Menjalin kemitraan dengan AUM dan lembaga lainya
  5. Membuka rekening di berbagai bank syariah
  6. Membentuk tim jemput zis cepat
  7. Bekerjasama Majalah Khittah dalam pelaporan ZIS
  8. Pendataan dan pemberian sertifikat dan kartu donatur tetap
  9. Mengoptimalkan kantor layanan lazismu (KLL) di cabang dan AUM
  10. Pemberdayaan ekonomi du’afa
  11. Pemberian bantuan modal usaha micro
  12. Pelatihan manajemen usaha
  13. Pendampingan
  14. Pengembangan sumber daya insani (PSDI)
  15. Bantuan beasiswa cerdas
  16. Bantuan guru mengaji
  17. Bantuan guru honorer berprestasi
  18. Pengembangan dakwah
  19. Bantauan sarana dan prasarana dakwah
  20. Pembinaan da’i pencerah
  21. Layanan pengajian
  22. Pelayanan sosial masyarakat (penolong kesengsaraan oemoem(PKO))
  23. Bantuan sembako kepada fakir miskin
  24. Siaga bencana
  25. Bantuan pengobatan
  26. Peduli muallaf

Ada tiga bidang yang menjadi sasaran utama pendayagunaan yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM), pengembangan sumber daya insani (PSDI), dan pelayanan sosial masyarakat (PSM). Adapun aktifitas programnya :

  1. pemberdayaan ekonomi dhuafa
  2. Pemberdayaan usaha mikro.
  3. Local reources management (pngembangan usaha berbasis classter usaha)
  4. Youth enterpreneurship program (1000 pengusaha muda)
  5. Pelatihan kemandirian
  6. Pendampingan kemandirian
  7. pengembangan sumber daya insani
  8. Beasiswa SLTA
  9. Beastudy putra/i karyawan
  10. Beastidy kompetitif guru sains
  11. 1000 sarjana untuk dhufa
  12. Kreasis taman kanak-kanak (si-taka)
  13. Pelatihan quantum teaching
  14. Mobile edutaiment
  15. pelayanan sosial masyarakat
  16. Peduli Da’i Khusus
  17. Layanan pengajian perkantoran
  18. Tali kasih (peduli mualaf)
  19. Bantuan sarana dakwah
  20. Aksi cepat kemanusian.

 

Derita Kakek Halawi, Huni Gubuk Puluhan Tahun

Setiap orang ingin hidup berkecukupan memenuhi kebutuhannya. Termasuk Kakek Halawi, ia ingin hidup yang serba cukup tidak lebih. Kakek berusia 80 tahun ini, malang nasibnya. Hidup dan tidur dalam gubuk reot berukuran 2 x 3 meter. Nestapa seorang diri, tanpa sanak saudara dan anak-anaknya.

Lebih menyedihkan lagi, ia tinggal tanpa tetangga karena gubuk deritanya terletak di tengah sawah sekitar dua kilometer dari perkampungan warga, Kampung Kanni, Desa Mattiro Ade, perbatasan dengan kecamatan Palleteang dengan Sawitto Pinrang.

Pada Jum’at, 16 Februari 2018, kondisinya memantik rasa kemanusiaan Lazismu Kota Parepare.  Informasi diperoleh dari grup pesan daring IMM Kabupaten Pinrang. IMM langsung turun dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan sang Kakek.

Kendaraan roda empat tiba di ujung kampung, dengan berjalan kaki melewati pematang sawah bersama para pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Pinrang. Setiba di lokasi, rombongan yang dipimpin oleh Saiful Amir selaku Sekretaris Lazismu Kota Parepare menemui Kakek Halawi yang duduk termangu menanti uluran tangan orang lain yang peduli.

“Assalamu’alaikum Kek, kami dari Lazismu Parepare, ungkap Saiful memperkenalkan diri. Lalu memulai percakapan, mencoba mendalami penderitaan yang dialami Kakek sebatang kara ini. Dengan suara lirih, diruang yang pengap, Kakek Halawi berbicara terbata-bata menceritakan asal usul dirinya. Mengapa dia ada ditempat dengan hidup memprihatinkan?

”Saya nak, saat masih kecil, orangtuaku meninggal, begitu pula saudara-saudaraku. Dari kecil hanya jadi kuli tani, saat muda ikut membantu warga panen padinya, dari situlah dapat upah untuk makan. Setelah tua renta dan sakit-sakitan, tak mampu berbuat banyak. Apalagi penglihatan mulai rabun sebelah, tidak kuat kerja, nak tinggalma di gubuk ini. Hanya numpang ditanah milik Pak Imam Masjid Lalla,” ungkapnya.

”Sedih, saya sudah 20 tahun hidup seperti ini. Hidup dari belas kasihan orang lain. Sebenarnya masiri-siri ka (malu) nak, tapi apa boleh buat hanya ini yang bisa saya lakukan, pasrah,” lanjutnya.

“Miris, masih ada ironi kata Alimuddin pengurus IMM Kabupaten Pinrang yang turut mendampingi. Di tengah hiruk-pikuk para elit menjual program pengentasan kemiskinan di musim Pilkada ini ternyata kita temui realitas di depan mata.

Warga Pinrang ini hidup sangat tidak layak. Apalagi kita kenal Pinrang sebagai daerah penghasil beras terbesar kedua setelah Sidrap di Sulsel. Penyangga stabilitas pangan bahkan dikenal sebagai lumbung beras, tapi di tengah hamparan sawah yang membentang luas ini hidup orang melarat seperti kakek Halawi ini,” pungkas Ali tak kuasa menahan emosi.

Ibarat “tikus mati di lumbung padi” semoga ini menjadi tamparan keras buat kita semua untuk lebih peka dan peduli dengan lingkungan sekitar kita. Lazismu Pinrang harus segera mampu menjangkau realiatas sosial yang semakin akut.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pinrang, Drs. H. Sakri Condeng saat ditemui di rumahnya merasa kaget mendengar informasi itu.” Ini kita kecolongan dan kita akan bicarakan untuk segera merelokasi Kakek tersebut. Majelis Pelayanan Sosial PDM akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mencari solusi.

Semoga tidak ada lagi kasus serupa di sini. Kongkretnya kita mau Kakek Halawi ini bisa hidup layak, kita akan bawa ke Panti Jompo di Parepare karena kita belum punya di sini, “ paparnya (sa)

IPM dan Lazismu Salurkan Bantuan Beras kepada Korban Banjir Wajo, Asrijal Bintang: Wujud Kepedulian Kepada Sesama

Ikatan Alumni Keluarga (IKA) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)/IRM Wajo bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wajo menyerahkan bantuan beras untuk korban banjir di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Seperti di lansir pada laman Terkini.id, Selasa (18/06), Sekretaris IKA IPM/IRM Kabupaten Wajo, Asrijal Bintang mengatakan, bahwa pihaknya bersama Lazismu langsung menyerahkan bantuan kepada korban.

“Bantuan tersebut diserahkan melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Kabupaten Wajo yang bertempat di Jl. Mesjid Raya Sengkang (Halaman Kantor Perpustakaan Kab. Wajo),” ungkap Asrijal Bintang, Selasa (11/06/2019).

Tak hanya itu, Asrijal Bintang yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan mengatakan, bantuan ini sebagai wujud keprihatinan dan kepedulian kami sesama.

“Insyallah akan terus menggalang bantuan khususnya kami para alumni IPM/IRM Kabupaten Wajo sehingga betul-betul bisa memberikan membantu kepada korban banjir ini,” tuturnya.

“Semoga bencana banjir yang terjadi saat ini bisa ditangani dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk, termasuk pihak Lazismu Wajo juga akan berkoordinasi dengan Lazismu Wilayah terkait penanganan pasca banjir utamanya masalah kesehatan,” kata nya.

Saat penyerahan bantuan tersebut dari pihak Lazismu Wajo juga berharap agar terus mendapatkan informasi terkait kebutuhan korban banjir, sehingga bisa lebih memprioritaskan kebutuhan masyarakat saat melakukan pengumpulan bantuan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh IPM/IRM Wajo, sudah ada ratusan korban bencana banjir yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Wajo. (bp)

(Sumber: Makassar.terkini.id)

Puluhan Mahasiswa IAIN Studi Lapangan ke Lazismu Parepare

Mahasiswa dari Kampus IAIN Parepare berkumpul di depan kantor Lazismu Parepare dengan jumlah yang cukup banyak. Kehadirannya mengundang perhatian khusus dari warga dan para pengendara lalu lintas.

Sebagian warga menduga mahasiswa sedang aksi demo apalagi bertepatan dengan May Day. Tapi ternyata para mahasiswa ini bermaksud mengunjungi kantor Lazismu Parepare untuk melakukang studi lapangan.

Melalui Dosen Pendamping Manajemen Zakat dan Wakaf, Mustika mengawali perbincangan dengan pengurus Lazismu, sengaja kami datang dengan para Mahasiswa dari 5 Kelas dengan 2 prodi berbeda yakni Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf juga dari Prodi Perbankan Syariah IAIN Parepare.

Kedatangan kami ingin belajar lansung tentang tata kelola dan manajemen zakat, infak dan sedekah, karena selama ini mereka hanya belajar teori zakat di ruang kuliah, dan untuk bisa melihat dan belajar lansung ke lembaga amil zakat, makanya mereka kami dampingi berkunjung di Lazismu Parepare, kata Mustika.

Saiful Amir selaku Manager Area Lazismu Parepare menyambut dengan senang hati atas kunjungan ini, saya mewakili ketua Lazismu Eena Rasyid Taufan, mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf beliau tidak ikut menerima, tapi Insya Allah saya selaku Sekretaris sekaligus Manager Eksekutif akan melayani dan siap berbagi informasi kepada adik-adik mahasiswa.

Selama hampir dua jam berdiskusi dengan berbagai macam pertanyaan dari mahasiswa dan apa saja kendala yang dihadapi serta bagaimana strategi fundraising Lazismu. Dalam pertemuan itu para mahasiswa menawarkan diri untuk menjadi relawan Lazismu.

Pertanyaan, tanggapan dan elaborasi mahasiswa ini dijawab dan ditanggapi dengan baik oleh Saiful Amir yang didampingi oleh empat staf amil Lazismu. “Mahasiswa menilai Lazismu keren, seru para mahasiswa dengan kompak,” kata Saiful.

Diakhir lawatan ini, para mahasiswa merasa puas mendengarkan penjelasan yang menarik tentang Lazismu dengan berbagai penyajian video jejak aktivitas Lazismu selama ini. Selanjutnya sebagai tindak lanjut, puluhan mahasiswa menyatakan bersedia menjadi relawan untuk penggalangan dana atas korban banjir Bandang yang terjadi di Kabupaten Enrekang beberapa hari lalu.

IMM dan Lazismu Sidrap Salurkan Bantuan Korban Bencana Banjir di Sidrap

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Sidrap bersama Lembaga Amal, Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Sidrap salurkan bantuan kepada korban bencana banjir di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (17/06/2019).

Bantuan tersebut berasal dari hasil penggalangan dana IMM Kabupaten Sidrap dan donasi dari masyarakat yang disalurkan melalui Lazismu Kabupaten Sidrap.

Dalam kesempatan ini, Arman, Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat PC IMM Kabupaten Sidrap mengatakan, bantuan ini diserahkan langsung ke posko penanganan bencana banjir kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang. Bantuan ini diserahkan langsung kepada Camat Panca Lautang, Usman Demma.

“Bantuan yang disalurkan berupa air minum, makanan, sembako dan beras,” pungkasnya. Bantuan ini memang tidak seberapa, namun semoga dapat mengurangi beban masyarakat yang terkena bencana banjir di Kabupaten Sidrap, kata Arman sebagaimana dikutip pada laman Indonesiasatu.co.id, Selasa (18/06) sore. (bp)

(Sumber: Indonesiasatu.co.id

Sosialisasikan Cegah Stunting, Nasyiatul Aisyiyah Ajak Remaja di Cianjur Timbang Gizi

 

Hidup sehat harapan semua orang. Sehat jasmani dan sehat rohani. Pola hidup sehat merupakan cara bagaimana menjalankan kehidupan dengan seimbang, baik dari sisi gizi dan pola makan yang teratur. Faktanya tidak semua orang bisa hidup sehat dengan gizi seimbang. Ada kalanya terdapat orang yang kekurangan gizi dan kelebihan gizi.

Di kalangan remaja, pola hidup sehat juga penting. Mengingat masa remaja berada dalam perkembangan fisik dan segala bentuk aktivitasnya. Karena itu, memperkenalkannya kepada remaja penting agar kesehatan reproduksinya terjaga dengan pengetahuan yang cukup tentang gizi seimbang.

Pashmina misalnya, sebagai wadah berkumpulnya para remaja dalam mengembangkan diri dan bertukar pikiran tentang kesehatan reproduksi remaja di bawah naungan Nasyiatul Aisyiyah (NA), melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bagi remaja di Cianjur dengan dukungan penuh Lazismu.

Kegiatan berlangsung pada Ahad (22/9/2019) di Sekolah Dasar Negeri Candrakusuma, Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat. Diikuti oleh 100 remaja putri dari Dusun Cipari, Dusun Cipeteuy, dan Dusun Lebak Muncang.

Bendahara Pimpinan Pusat NA, Nur Wahidatul Muflihah, mengungkapkan, Pashmina bertujuan melakukan edukasi dan mendekatkan layanan kesehatan kepada remaja sebagai sasarannya. Dalam pelaksanaanya memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kepada remaja.

“Diharapkan pada masa yang akan datang ada kegiatan seperti ini lagi secara berkelanjutan agar kondisi kesehatan remaja Rawabelut bisa terukur,” tuturnya. Lika sapaan akrab Nur Wahidatul Muflihah, menambahkan, pengetahuan tentang pola hidup sehat di kalangan remaja perlu digalakkan. Agar memiliki daya Tarik, NA membentuk Pos Makanan Bergizi.

Di pos ini kegiatan remaja dilakukan untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Diawali dari remaja maka imbasnya kepada masyarakat akan mengena apalagi diselingi informasi bagaimana membuat makanan sehat.

Contoh paling mudah, lanjut Lika, membuat seblak sehat dengan komposisi karbohidrat dari makaroni, sayur, protein dari telur dan ceker tanpa penyedap rasa. Sementara di Pos Edukasi peserta mendapatkan materi tentang pernikahan dini,” jelas alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Kepala Desa Rawabelut, Ahmad Hidayat, menanggapi program Pashmina, mengaku sangat senang. Berbagai macam kegiatan telah dilaksanakan NA selama 10 bulan ini. “Baru pertama kali ada di desa maupun di kecamatan, karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada NA yang dengan rutin melakukan pendampingan kepada warga,” kata Ahmad.

Dalam prosesnya, kegiatan Pashmina di Rawabelut merupakan salah satu kegiatan yang berkolaborasi dengan Lazismu melalui program Tingkatkan Kemampuan Gizi Seimbang (Timbang). Pada pelaksanaannya program pendampingan masyarakat di bidang kesehatan bersama NA dalam upaya mencegah persoalan stunting yang dimulai sejak November 2018, didukung sepenuhnya oleh Lazismu. (m-k/na)